Bogor, Jawa Barat - Ulama kondang Muhammad Ramdhan Effendi atau yang akrab disapa Anton Medan akan dimakamkan di Pondok Pesantren At Taibin, Kampung Sawah, Desa Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (15/3/2021).
Anton Medan yang merupakan mantan preman yang bertaubat dan kemudian menjadi pendakwah ini meninggal dunia karena sakit diabetes yang selama ini dia derita. Keluarga dan kerabat Anton Medan tampak mengikuti shalat jenazah yang dilakukan di Masjid Jami Tan Kok Liong, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Almarhum Anton Medan meninggal dunia pada pukul 15.00 WIB karena penyakitnya dan sempat dirawat di rumah sakit pada pertengahan bulan Desember lalu. Jenazah Anton Medan dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren At-Taibin milik almarhum.
Menurut pihak keluarga, pada hari Minggu (14/3) malam Anton Medan terlihat sakit dan kemudian kondisinya kritis pada Senin (15/3) siang. Kepergian almarhum Anton Medan meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga dan orang-orang disekitarnya.
“Beliau dekat dengan saya dan keluarga saya, selain itu beliau juga mendukung karir saya. Saya bersyukur bisa mengenal beliau hingga beliau mengangkat saya sebagai anak angkatnya saya ucapkan terima kasih,” ungkap Miller Khan, putra angkat almarhum.
Tak hanya Miller Khan, kerabat Anton Medan yang lainnya pun turut memberikan kesannya selama Anton Medan masih hidup.
“Karena sudah sakit lumayan lama saya juga sudah tanya dengan keluarga katanya tidak ada wasiat atau pesan terakhir cuma yang pasti selama perjalanan hidupnya dakwah untuk kebaikan apalagi dulu beliau bekas dari dunia hitam,” ucap salah seorang kerabatnya.
Ia pun menyampaikan bahwa selama hidup Anton Medan memiliki prinsip yakni lebih baik jadi mantan penjahat daripada mantan ustadz. Sementara itu, Anton Medan meninggal seorang istri dan tujuh orang anak serta sebelas orang cucu. Anton Medan meninggal dunia pada usianya yang ke 64 tahun.
Almarhum Ramdhan Effendi atau Anton Medan sudah menyiapkan makam di kediamannya, kompleks Pesantren At-Taibin, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak 2005.
"Bangunan ini (makam) sudah dibangun sejak lama, selesainya pada tahun 2005," ujar putra keenamnya, Delly Viki Ramdani, di rumah duka, Senin.
Makam seluas 4 meter x 4 meter dengan atap tiga tingkat berwarna hijau tua itu bertempat di samping Masjid Tan Kok Liong. Delly mengatakan bahwa ayahnya berharap selalu mendapatkan doa dari para santrinya ketika jenazahnya dikebumikan di lingkungan pesantren. (adh)
Lihat juga: Kabar Duka, Anton Medan Meninggal Dunia