Penjaga gawang Badak Lampung, Daryono, telah meninggal dunia pada Senin (9/11) pagi, karena sakit. Pemain kelahiran Semarang tersebut dipanggil Yang Maha Kuasa setelah sempat menderita sakit.
Daryono sudah bergabung dengan Badak Lampung sejak 2019 dengan status pinjaman ketika Laskar Saburai masih berkompetisi di Liga 1. Pada 2020, Daryono menuntaskan kepindahan permanen ke Badak Lampung.
Sebelum berkarier dengan Badak Lampung, Daryono lebih dulu meretas bersama Persija Jakarta. Perjalanan karier Daryono dimulai bersama Persija U-21 hingga akhirnya pada 2015 masuk ke skuad senior tim ibu kota.
Kebersamaan Daryono dengan Macan Kemayoran cukup awet, sejak 2012 bersama Persija U-21 hingga akhirnya baru pindah pada 2019. Semusim sebelumnya, Daryono jadi bagian dari skuad juara Persija pada Liga 1 2018.
Tentunya kalangan internal Persija sudah sangat mengenal sosok Daryono. Pemain yang meninggal dunia pada usia 26 tahun tersebut dinilai sebagai sosok yang sangat baik dengan perilakunya di luar lapangan.
Pertandingan Berikut
“Daryono adalah pemain pekerja keras. Sebelum menikah, sebagian besar gaji dikirimkan untuk keluarga dan orang tua. Anaknya santun, tidak pernah menuntut dan sangat taat agama,” ujar Ferry Paulus, direktur olahraga Persija.
“Selamat jalan Daryono. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi-Nya dan segala dosa diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” tutup sosok yang juga awet bersama Persija tersebut.
Pihak Badak Lampung juga menyebut Daryono sebagai sosok yang pekerja keras dan ramah. Meski pernah dikenal meledak emosinya saat di lapangan pada Piala AFC, namun hal itu tidak merusak bagaimana kebaikan Daryono sebenarnya.
Selain menjadi atelt sepakbola, Daryono juga Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan tergabung dengan Angkatan Laut. Daryono merupakan salah satu dari banyak bakat sepakbola Indonesia yang lahir dari Diklat Salatiga.
