New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia berakhir dalam mode bervariasi pada Kamis (Jumat pagi WIB), menjelang libur panjang akhir pekan Paskah, ketika Rusia dan Barat berusaha meredakan eskalasi krisis Ukraina.

Kontrak utama AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik 54 sen menjadi ditutup pada 104,30 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange (NYMEX), lapor AFP.

Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni menyusut tujuh sen menjadi 109,53 dolar AS per barel di Intercontinental Exchange (ICE) di London.

Kontrak berjangka New York mendapat dukungan dari berita ekonomi AS yang positif, kata Carl Larry dari Outlooks Oil and Opinion.

Klaim pengangguran awal pada minggu lalu naik jauh lebih sedikit daripada yang diperkirakan dan tinggal dekat posisi terendah dalam tujuh tahun terakhir.

Sementara Federal Reserve melaporkan manufaktur di wilayah Philadelphia meningkat pada April, mencapai posisi tertinggi dalam delapan bulan terakhir.

Para pedagang juga mengikuti secara cermat pembicaraan di Jenewa antara Ukraina, Rusia, Uni Eropa dan Amerika Serikat. Para menteri luar negeri mencapai sebuah perjanjian terobosan yang ditujukan untuk menenangkan situasi di bagian timur Ukraina, di mana pasukan pemerintah yang berusaha menguasai kembali kendali telah menghadapi perlawanan kelompok pro-Rusia.

Ada kekhawatiran bahwa konflik bersenjata skala penuh di wilayah tersebut akan mengganggu pasokan dan mengirim harga minyak serta gas meroket, karena Ukraina merupakan saluran utama untuk gas Rusia ke Eropa Barat.

Para pedagang juga berhati-hati menjelang libur panjang akhir pekan Paskah. Pasar NYMEX dan ICE akan ditutup pada Jumat.

"Tak seorang pun ingin mengambil risiko selama tiga hari, dengan sesuatu yang buruk terjadi dengan Rusia dan Ukraina," kata Larry.

Tim Evans dari Citi Futures mengatakan bahwa WTI juga masih diuntungkan dari laporan Rabu tentang penurunan persediaan minyak mentah AS di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak WTI.

Persediaan mereka minggu lalu jatuh sebesar 800.000 barel menjadi 26,8 juta barel, tingkat terendah sejak Oktober 2009.

(Uu.A026)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014